New Year Sickness

on Selasa, 19 Januari 2010
Hello! Gimana kabar bulan pertama tahun baru? Buat saya, awal tahun sama dengan awal masalah.

Yeah, selain beberapa kesalahpahaman, saya juga kembali diserang penyakit Demam Berdarah dan kali ini ditambah dengan Tifus. Ternyata, penyakit yang dihiraukan bisa menjadi sesuatu yang serius. Jadi dengan niat iseng dan pengen nulis, topik posting kali ini adalah dua penyakit di atas :D

TIFUS
Tifus adalah penyakit gangguan pencernaan yang disebabkan oleh bakteri Salmonella Typhosa. Gejalanya antara lain demam lebih dari 3 hari, tubuh menggigil, diare atau sulit buang air besar, mual atau muntah, nyeri otot, dan sebagainya (tergantung penyebaran penyakit ini dalam tubuh kita).

Tifus merupakan penyakit menular dengan perantara makanan dan minuman yang tercemar oleh tinja. Pendeteksian penyakit ini selain dengan memperhatikan gejala di atas, juga melalui hasil cek darah (WIDAL) di laboratorium.

Umumnya tifus dapat disembuhkan dengan beberapa jenis antibiotik. Selain itu, selama menderita penyakit ini, pasien dianjurkan untuk bedrest selama minimal seminggu, dan dalam proses penyembuhannya diwajibkan untuk makan makanan yang lunak. Hal ini disebabkan bakteri Salmonella Typhosa menyerang bagian usus kita, sehingga lebih baik jika kita tidak menambah kerja usus lebih berat lagi dengan memberi asupan makanan lunak.

DEMAM BERDARAH
Penyakit yang ditularkan dengan perantara nyamuk Aedes Aegypti ini adalah salah satu silent disease yang berbahaya. Berasal dari virus dengue, DBD umumnya terjadi di wilayah tropis.

Gejala penyakit DBD antara lain demam secara tidak teratur, nyeri otot, munculnya ruam pada tubuh, dan pada beberapa kasus juga terdapat gangguan pencernaan dan gangguan pernafasan (diare, flu). Indikasi paling utama dari penyakit ini adalah menurunnya jumlah trombosit di dalam darah secara signifikan. Karena itu, pasien DBD selalu dikontrol jumlah trombositnya dengan cek darah di laboratorium.

Untuk pengobatannya, tidak ada vaksin atau jenis antibiotik khusus. Pasien DBD hanya harus bedrest, menjaga jumlah asupan cairan dalam tubuhnya, dan untuk menaikkan jumlah trombosit dapat digunakan jus jambu, jus kurma, dan ankak (semacam teh beras merah). Tingkat kematian yang disebabkan oleh penyakit ini cukup tinggi. Penyakit ini menyerang pada kondisi tidak tentu, karena itu kondisi pasien, meskipun sudah membaik, harus dikontrol sampai benar-benar stabil.


Dari berbagai sumber dan pengalaman sendiri, penyakit bisa tiba-tiba datang dan pergi, memburuk kemudian membaik lalu memburuk lagi. Hal pertama yang harus di"konsumsi" adalah rasa optimis. Jauhkan khayalan-khayalan aneh. Lebih baik lagi kalau ada sumber semangat seperti teman atau pacar yang menjenguk, jadi setidaknya kalian punya semangat hidup untuk sembuh :)

Well I hope there's no one of you will get sick like me. Try to have a healthy food and do not make your self lack of food supply, okay people?

0 comments:

Poskan Komentar