Mimpi dan Resolusi

on Rabu, 30 Desember 2009
Wow, ternyata setahun itu waktu yang cepat ya.
Rasanya baru kemarin, saya rajin browsing website universitas untuk daftar kuliah.
Rasanya baru kemarin, saya belajar setiap hari, sepertinya rutinitas belajar saya lebih intensif daripada rutinitas makan.
Dan sekarang saya sudah menjadi mahasiswi yang sedang menikmati masa liburnya.

Untuk masa depan yang lebih baik, seseorang harus punya rencana. Dan mimpi. Jadi, di sini akan saya jabarkan apa saja mimpi dan cita-cita saya (yang tidak terbatas waktunya) dan resolusi saya, khusus untuk tahun 2010.

RESOLUSI 2010
1. Mengerti dan memahami semua mata kuliah selama semester 2 dan semester 3 dengan baik, sehingga mendapat nilai baik pula (A-AB score, please!)
2. Lulus TPB dan jadi mahasiswi Teknik Lingkungan '09, pada Juni 2010.
3. Menjadi anggota HMTL (Himpunan Mahasiswa Teknik Lingkungan).
4. Ikut berkontribusi lebih banyak untuk Envirovolution, terutama dalam Green Technology Competition.
5. Bisa nyetir dan punya SIM!
6. Punya penghasilan sendiri.
7. Lebih banyak lagi mengembangkan potensi nulis lewat blogging, sekaligus mengembangkan kegiatan blogging itu sendiri supaya lebih bermanfaat.
8. Lebih hemat dalam biaya bulanan selama ngekost.
9. Les bahasa Inggris dan bahasa Perancis atau bahasa Jepang.
10. Harus kenal lebih banyak orang di ITB, seangkatan maupun sama angkatan atas.
11. Lebih mengeksplore Bandung! Harus ke Gedebage, Braga, pokoknya harus jalan-jalan!
12. Memenuhi nazar yang dijanjikan waktu diterima masuk ITB dan Undip.
13. Bisa masak, dalam artian ngerti bumbu-bumbu, ngerti bahan-bahan, bisa menghasilkan masakan enak dari berbagai resep!
14. Lebih concern lagi sama masalah lingkungan, terutama soal penggunaan plastik dan energi sehari-hari.
15. Belajar motret sama Aswin, biar bisa lebih bagus hasil dokumentasinya (kalau jadi pubdok).
16. Beli kamera. Entah digital atau SLR.
17. Nabung dan beli handphone. Karena handphone yang sekarang sepertinya nggak akan tahan sama saya selama setahun aja (atau sayanya yang gak tahan? -.-)
18. Ke Ciamis - Pangandaran sama Aswin (karena orangnya kayanya miris banget ngajakin dan nggak kesampean terus :p)
19. Sering-sering main ke sekre U-green dan kenalan lebih banyak lagi sama penghuninya yang lain.
20. Join seriously ke Greenpeace, dan beberapa komunitas sosial yang berkaitan dengan buku, buat bagi-bagi ilmu dan menyelamatkan alam :)
21. Olahraga, olahraga! Jalan, sepedahan, dance-dance, anything!
22. IP di atas 3, amin.


MIMPI DAN CITA-CITA
1. Become Environmental Engineer in 2013.
2. Kuliah S2 dapet beasiswa, di MIT.
3. Get a job di sebuah perusahaan mancanegara dimana saya bisa travelling sambil kerja.
4. Mengunjungi Kutub Utara dan bertemu beruang kutub.
5. Mengunjungi Venezia dan naik gondolanya keliling kota.
6. Mengunjungi Switzerland dan menikmati udara bersih pegunungan.
7. Mengunjungi Jepang dalam 4 musim dan menghadiri minimal 1 festival di setiap musim.
8. Menyaksikan gerhana matahari total.
9. Melihat atau menemukan komet.
10. Nikah sebelum umur 28.
11. Honeymoon di pantai pasir putih laut hijau-biru bersih, pasang tenda kemping model kaya punya orang indian di pantai, dengan lampu-lampu dan bulan purnama (oke saya mulai mengkhayal, hahaha maaf2)
12. Punya rumah hasil desain sendiri.
13. Punya mobil yang dibeli dengan uang sendiri (dan sedikit sumbangan dari suami). Mobil impiannya adalah Jaguar S type dan VW Beetle :D
14. Punya grandpiano di rumah.
15. Punya anak yang bisa main piano, biola, dan gitar.
16. Membiayai hidup orangtua dan sekolah adik kalau masih diperlukan. Pokoknya saya mau jadi anak pertama yang berguna buat keluarga.
17. Mendaki Mount Everest. Setidaknya saya punya foto di gunung itu deh.
18. Melihat bentuk bumi dari luar angkasa.
19. Bermain sepuasnya di Disneyland!!
20. Pergi haji sama suami.
21. Bisa main piano lagi.. terutama lagu-lagu klasiknya Chopin :(

Masih banyak banget sebenernya, tapi cukup ini aja yang ditulis di sini, bisa panjaaaang banget nanti haha.

Happy New Year 2010 everyone!! I know 2010 will be better than before. It's a new decade! We're not just a part of history, we're making a history too. Let's make our history of life more and more gorgeous in the future :)

xoxo
Ica

Avatar

on Selasa, 29 Desember 2009
Hari ini saya nonton Avatar sama Hanna, Ninis, dan Silvi. Tapi kali ini saya nggak mau bahas jalannya, saya mau bahas filmnya.

Semua orang bilang Avatar keren, efeknya hebat, dsb, dsb. Papa, yang nggak tertarik sama film sci-fi, bilang Avatar cuma film khayal (padahal beliau belum nonton :p). Tapi buat saya, Avatar lebih dari sekedar film dengan efek hebat atau film dengan daya khayal tinggi. Film ini langsung mengingatkan saya tentang lingkungan, dan dari pemikiran ini, saya tahu rasa cinta lingkungan saya semakin dalam.

Kenapa manusia sepertinya tercipta untuk merusak?

Saya lebih suka melihat alam liar tanpa campur tangan manusia.
Kadang kebutuhan manusia untuk meneliti, mencari hiburan, menjadi awal dari sebuah kerusakan alam. Kenapa manusia tidak bisa melihat dan menikmati saja, teliti seperlunya, dan membiarkan alam itu tetap seperti sedia kala?

Jujur, saya ini lebay kalau nonton film. Film action, terutama. Nggak akan bisa diem selama nonton, panik sendiri berasa ikut main film. Dan saya juga emosional. Jadi, setelah berpanik-panik ria karena orang-orang pandora nggak nurut disuruh pindah, saya langsung melotot melihat pemboman pohon oleh marinir-marinir jahat itu.

Semua orang pasti mengasihani penduduk pandora dan mengutuk si papa naga marinir berpipi gores tiga karena itu. Saya juga mengutuk si papa naga. Karena dia membom sebuah pohon superbesar yang sangat indah sekali dan saya yakin sudah berdiri ribuan tahun! Yah, selain kasihan sama penduduk juga tentunya. Tapi saya sudah miris banget sejak melihat buldoser kuning itu berjalan melindas pohon arwah. Lagi-lagi, bukan karena kekuatan spiritual atau apa, tapi karena itu adalah pohon. Dan habitatnya, hutan, ikut dibakar, dilindas, dengan seenaknya tanpa perasaan.

Tapi sebenarnya sih dibalik usaha para marinir itu, saya tahu, ada dalangnya. Ada alasan kenapa manusia datang ke pandora. Dan alasannya adalah batu aneh yang katanya satu kilonya bernilai 2 milyar. Si pemain golf menyebalkan bernama Parker itulah dalangnya, mata duitan yang menghancurkan alam, menghancurkan kehidupan para Na'vi (penduduk pandora) demi batu-batu 2 milyar itu. Makanya, seandainya Parker lebih sering muncul, saya pasti akan lebih membenci dia daripada si Papa naga (namanya Colonel Miles, tapi nama itu terlalu bagus buat orang seperti dia -.-).

Oke, ini sudah terlalu dalam, padahal ini cuma film loh ca. Itulah yang gw coba ingatkan ke diri sendiri selama nonton, karena rasanya gw udah pengen kabur kesana aja nimpuk si marinir menyebalkan itu, haha.

Dalam kehidupan nyata, saya rasa banyak sekali terjadi hal yang sama seperti di film. Kerusakan alam dan kekejaman sosial demi uang yang menguntungkan satu pihak, sudah nggak asing lagi, bahkan untuk saya yang jarang nonton TV ini.

People, kita hidup di atas tanah milik Bumi, bernafas dari udara yang berputar di Bumi, makan dan minum dari semua yang ada di Bumi. Tolong pikirkan tempat tinggal kita ini ya sebelum kalian melakukan sesuatu. Saya tahu, manusia butuh alam dan kekayaannya. Tapi jagalah jangan sampai rusak, hilang tak berbekas. Karena semua yang kita lakukan di bumi sifatnya timbal balik: apa yang sudah kita lakukan, akan dikembalikan ke kita suatu hari nanti.


Btw, here is some pictures from the movie:

(Ada yang punya gambar pohon terbakar dan hutan yang super keren di malam hari itu nggak? :))

And this is me and my girls. We had a great time :)

Sudah Lama

on Rabu, 23 Desember 2009
Saking lamanya gw nggak menulis, sampai judulnya begitu.
Gw bener-bener kangen menulis.
Menulis, mengetik sesuatu yang berisi, bukan cuma menulis catatan kalkulus, fisika, kimia sampai berlembar-lembar.
Gw butuh sebuah tempat emosi dan pikiran gw tersalurkan, dan itu bisa tercapai lewat menulis.

Isi blog gw akhir-akhir ini basi dan nggak penting ya, sorry for that. Gw aja rasanya pengen menghapus beberapa posting nggak penting yang hanya di post karena iseng semata.

Malam ini gw baru merasakan betapa enaknya tinggal di Bandung.

Gw sudah ngekost setengah tahun, dan beberapa minggu terakhir di penghujung tahun baru terasa, betapa senangnya menjadi mahasiswa (yang mau liburan).
On weekdays, bawaannya pusing mikirin pelajaran, mikirin uts, mikirin kapan libur, dan ujung-ujungnya homesick. Untungnya gw punya pacar yang selalu siap 'menculik' gw untuk skip dari rutinitas yang bikin pusing, meskipun gw nya bawel takut begini begitu. Kenyataannya, kalau aswin nggak 'menculik' gw, mungkin gw akan mengalami tekanan batin versi akut (lebay).

Tapi seminggu terakhir di Bandung ini, hidup rasanya sangat menyenangkan.
Titik baliknya adalah UAS Kalkulus.

Meskipun gw belum tau nilai akhir, tapi setelah melewati UAS Kalkulus itu rasanya beban hidup gw terangkat sudah. Seriously.
Berarti belajar masih jadi beban buat gw ya? Well I'm trying to change it, still in progress :)

Here are several things that happen recently:


Setelah UAS Kalkulus lewat, gw punya waktu di kostan seharian, hanya untuk belajar SAS (yang sangat gw sukai setiap materinya).

Setelah UAS Kalkulus lewat, gw bisa belajar bareng Winny, sambil numpang bersantai bareng si kakek Aswin di rumahnya.

Setelah UAS Kalkulus lewat, gw sepedahan sama Winny sm Om Yongki, 26 kilometer! Oke, itu masih sangat amatir untuk kalian para expert, tapi buat gw yang rekor olahraganya menyedihkan ini, itu lumayan banget! Dari Margawangi sampai Teuku Angkasa, wihiii! It's very refreshing indeed. Thank you winny and her family

Setelah UAS Kalkulus lewat, gw bisa sering main ke sekre U-green, ikut rapat Greentech yang seru banget brainstormingnya, dan nonton bareng Greeners 2009. I love you guys, you're such an amazing friends :D


Kesimpulan:
KAFIKI adalah sumber tekanan batin selama ini.
Ketika KAFIKI tidak lagi membebani hidup selama 2 minggu terakhir, hidup jadi lebih indah.
UAS selesai, libur baru mulai dan rasanya gw pengen di Bandung aja! :(


p.s.: Actually, I'm not ready for LDR time. That's the main reason why I wanna stay. I'm gonna miss this town and its people.